Rabu, 04 Desember 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar 10 : Manusia dan Harapan



NAMA                                    : IVAN RAMDHANI
NPM                                       : 14213580
KELAS                                    : 1EA08
MATA KULIAH                    : ILMU BUDAYA DASAR




Manusia dan Harapan

Harapan adalah sesuatu yang diinginkan agar dapat terjadi. Harapan erat hubungannya dengan cita-cita, keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat. Setiap manusia pasti mempunyai harapan yang beragam. Harapan bisa berupa jangka panjang ataupun jangka pendek. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan. Manusia tentu boleh bermimpi agar harapannya terwujud, namun juga harus disertai dengan usaha dan doa. Orang baik pasti akan mempunyai harapan yang baik untuk dirinya sendiri ataupun orang lain. Manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang juga tidak pernah puas terhadap apa yang dimiliki, itulah sebabnya setiap manusia memp-unyai harapan.

            Salah satu kunci dalam mewujudkan suatu cita-cita dan harapan adalah doa. Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Tuhan seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar olehNya. Setiap doa yang dipanjatkan dengn sungguh-sungguh, niscaya akan dikabulkan oleh Sang Pencipta. Doa erat kaitannya dengan kepercayaan. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan. Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama. Usaha untuk meningkatkan kepercayaan bisa dilakukan dengan cara seperti meningkatkan ibadah, menghilangkan sifat iri dan dengki, saling tolong-menolong antar masyarakat, serta lebih mengabdi kepada lingkungan masyarakat. 

Tugas Ilmu Budaya Dasar 9 : Manusia dan Kegelisahan



NAMA                                    : IVAN RAMDHANI
NPM                                       : 14213580
KELAS                                    : 1EA08
MATA KULIAH                    : ILMU BUDAYA DASAR

Manusia dan Kegelisahan

     Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu.Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif. Kegelisahan negative merupakan kegelisahan yang berlebihan, atau yang melewati batas, seperti contohnya kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Sedangkan kegelisahan positif merupakan tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak terduga. 

  Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah dari akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam. Jadi pada intinya penyebab utama timbulnya rasa kegelisahan pada seseorang adalah karena adanya rasa takut yang berlebihan karena takut kehilangan atas haknya. Cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah kita memasrahkan diri kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada Tuhan karena Tuhan pasti memilihkan jalan yang terbaik untuk hamba-Nya, jadi mengapa kita harus merasa gelisah jika Tuhan melindungi hamba-Nya.

    Faktor dari kegelisahan adalah keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian. Keterasingan bisa berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal – hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Lalu ada faktor kesepian, kesepian berarti merasa sunyi atau tidak mempunyai teman dalam kondisi tertentu. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya. Kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan dapat disebabkan sikap buruk seperti sombong, angkuh, keras kepala, yang membuat manusia diasingkan oleh kehidupan sosialnya. Dan faktor yang terakhir yaitu ketidakpastian, Ketidak pastian artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas. Ketidakpastian selalu ada dalam kehidupan manusia. Ketidakpastian itu harus diatasi bukan untuk dihindari. Akal dan hati adalah dua unsur yang paling tepat untuk mengatasi ketidakpastian. Gunakanlah kreatifitas untuk mencari solusi-solusi baru dan tetaplah semangat untuk mengaplikasikan solusi-solusi tersebut. Sisanya kita serahkan kepada Allah SWT.


Tugas Ilmu Budaya Dasar 5 : Manusia dan Penderitaan



NAMA                                    : IVAN RAMDHANI

NPM                                       : 14213580

KELAS                                    : 1EA08

MATA KULIAH                    : ILMU BUDAYA DASAR



Manusia dan Penderitaan



Penderitaan adalah suatu realita kehidupan yang pasti dihadapi oleh setiap manusia. Penderitaan bisa diartikan menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Bagi seseorang yang memiliki jiwa pejuang dan memandang hidup secara positif, penderitaan dapat dianggap sebagai energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Pada dasarnya manusia lebih menyukai kenikmatan, sementara penderitaan sangat ingin dihindari, namun dalam realita kehidupan pastinya seseorang akan merasakan penderitaan entah bagaimana bentuknya. Penderitaan bisa dibedakan atas penderitaan yang bersifat lama dan sementara. Penderitaan yang bersifat lama contohnya seperti kehilangan seseorang yang penting dalam hidup untuk selama-lamanya, sedangkan penderitaan bersifat sementara contohnya seperti dikecewakan oleh teman atau orang lain. Penderitaan bisa diakibatkan oleh perbuatan dari manusia itu sendiri, maupun akibat dari azab Tuhan. Oleh karena itu, manusia harus hati-hati dalam bertindak, karena apabila melakukan suatu tindakan tercela, dapat menimbulkan penderitaan bagidiri sendiri ataupun orang lain.



          Salah satu bentuk dari penderitaan adalah siksaan. Siksaan dari Tuhan ataupun sesama manusia tentunya akan menimbulkan penderitaan. Bagi orang yang hidupnya tersiksa baik secara fisik maupun psikis, maka dunia ini akan terasa sangat gelap dan berat baginya. Berbicara tentang siksaan terbayang dibenak kita sesuatu yang sangat mengerikan bahkan mungkin mendirikan bulu kuduk kita, siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Penderitaan memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita / hidup adalah untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus berjuang dalam hal apapun, dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia - sia. Setelah perjuangan terlaksana dan kita harus pasrah kepada Tuhan. Berita mengenai penderitaan silih berganti mengisi lembaran koran, berita di televisi, radio, dengan maksud supaya orang yang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Nyatanya tidak sedikit bantuan yang datang dari dermawan dan sukarelawan berupa material dan tenaga untuk meringankan dan menyelamatkan mereka dari musibah ini. Media masa adalah salah satu alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Melalui karya dari para seniman, kita bisa menghayati suatu penderitaan seseorang dengan cara yang berbeda.


Seseorang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh bermacam-macam pengaruh, baik pengaruh yang bersifat positif maupun negatif. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sedangkan sikap negative bisa berupa rasa putusa asa, frustrasi, berlarut dalam kesedihan, dan melakukan tindakan bodoh yang tidak senmestinya dilakukan. Seharusnya manusia bisa lebih bersikap positf, dan menganggap penderitaan hanyalah ujian dari Tuhan dan hanya bersifat sementara, dan tetap melanjutkan hidup dengan kepala tegak.