NAMA :
IVAN RAMDHANI
NPM :
14213580
KELAS :
1EA08
MATA KULIAH :
ILMU BUDAYA DASAR
Manusia
dan Penderitaan
Penderitaan adalah suatu realita
kehidupan yang pasti dihadapi oleh setiap manusia. Penderitaan bisa diartikan
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Peranan individu
juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang
dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi
orang lain. Bagi seseorang yang memiliki jiwa pejuang dan memandang hidup secara
positif, penderitaan dapat dianggap sebagai energi untuk bangkit kembali bagi
seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Pada dasarnya manusia lebih menyukai kenikmatan, sementara penderitaan sangat
ingin dihindari, namun dalam realita kehidupan pastinya seseorang akan merasakan
penderitaan entah bagaimana bentuknya. Penderitaan bisa dibedakan atas
penderitaan yang bersifat lama dan sementara. Penderitaan yang bersifat lama
contohnya seperti kehilangan seseorang yang penting dalam hidup untuk
selama-lamanya, sedangkan penderitaan bersifat sementara contohnya seperti
dikecewakan oleh teman atau orang lain. Penderitaan bisa diakibatkan oleh
perbuatan dari manusia itu sendiri, maupun akibat dari azab Tuhan. Oleh karena
itu, manusia harus hati-hati dalam bertindak, karena apabila melakukan suatu
tindakan tercela, dapat menimbulkan penderitaan bagidiri sendiri ataupun orang
lain.
Salah
satu bentuk dari penderitaan adalah siksaan. Siksaan dari Tuhan ataupun sesama manusia
tentunya akan menimbulkan penderitaan. Bagi orang yang hidupnya tersiksa baik
secara fisik maupun psikis, maka dunia ini akan terasa sangat gelap dan berat
baginya. Berbicara tentang siksaan terbayang
dibenak kita sesuatu yang sangat mengerikan bahkan mungkin mendirikan bulu
kuduk kita, siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang
lain dan sebagainya. Penderitaan
memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita
/ hidup adalah untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena Hidup
adalah Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus
berjuang dalam hal apapun, dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia -
sia. Setelah perjuangan terlaksana dan kita harus pasrah kepada Tuhan. Berita mengenai penderitaan
silih berganti mengisi lembaran koran, berita di televisi, radio, dengan maksud
supaya orang yang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan
manusia. Nyatanya tidak sedikit bantuan yang datang dari dermawan dan
sukarelawan berupa material dan tenaga untuk meringankan dan menyelamatkan
mereka dari musibah ini. Media masa adalah salah satu alat yang paling tepat
untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat
kepada masyarakat. Dengan demikian
masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia
terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi
yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca,
penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Melalui
karya dari para seniman, kita bisa menghayati suatu penderitaan seseorang
dengan cara yang berbeda.
Seseorang
yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh bermacam-macam pengaruh, baik
pengaruh yang bersifat positif maupun negatif. Sikap positif yaitu sikap
optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan,
melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu
adalah hanya bagian dari kehidupan. Sedangkan sikap negative bisa berupa rasa
putusa asa, frustrasi, berlarut dalam kesedihan, dan melakukan tindakan bodoh
yang tidak senmestinya dilakukan. Seharusnya manusia bisa lebih bersikap positf,
dan menganggap penderitaan hanyalah ujian dari Tuhan dan hanya bersifat
sementara, dan tetap melanjutkan hidup dengan kepala tegak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar