Rabu, 04 Desember 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar 5 : Manusia dan Penderitaan



NAMA                                    : IVAN RAMDHANI

NPM                                       : 14213580

KELAS                                    : 1EA08

MATA KULIAH                    : ILMU BUDAYA DASAR



Manusia dan Penderitaan



Penderitaan adalah suatu realita kehidupan yang pasti dihadapi oleh setiap manusia. Penderitaan bisa diartikan menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Bagi seseorang yang memiliki jiwa pejuang dan memandang hidup secara positif, penderitaan dapat dianggap sebagai energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Pada dasarnya manusia lebih menyukai kenikmatan, sementara penderitaan sangat ingin dihindari, namun dalam realita kehidupan pastinya seseorang akan merasakan penderitaan entah bagaimana bentuknya. Penderitaan bisa dibedakan atas penderitaan yang bersifat lama dan sementara. Penderitaan yang bersifat lama contohnya seperti kehilangan seseorang yang penting dalam hidup untuk selama-lamanya, sedangkan penderitaan bersifat sementara contohnya seperti dikecewakan oleh teman atau orang lain. Penderitaan bisa diakibatkan oleh perbuatan dari manusia itu sendiri, maupun akibat dari azab Tuhan. Oleh karena itu, manusia harus hati-hati dalam bertindak, karena apabila melakukan suatu tindakan tercela, dapat menimbulkan penderitaan bagidiri sendiri ataupun orang lain.



          Salah satu bentuk dari penderitaan adalah siksaan. Siksaan dari Tuhan ataupun sesama manusia tentunya akan menimbulkan penderitaan. Bagi orang yang hidupnya tersiksa baik secara fisik maupun psikis, maka dunia ini akan terasa sangat gelap dan berat baginya. Berbicara tentang siksaan terbayang dibenak kita sesuatu yang sangat mengerikan bahkan mungkin mendirikan bulu kuduk kita, siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Penderitaan memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita / hidup adalah untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus berjuang dalam hal apapun, dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia - sia. Setelah perjuangan terlaksana dan kita harus pasrah kepada Tuhan. Berita mengenai penderitaan silih berganti mengisi lembaran koran, berita di televisi, radio, dengan maksud supaya orang yang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Nyatanya tidak sedikit bantuan yang datang dari dermawan dan sukarelawan berupa material dan tenaga untuk meringankan dan menyelamatkan mereka dari musibah ini. Media masa adalah salah satu alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Melalui karya dari para seniman, kita bisa menghayati suatu penderitaan seseorang dengan cara yang berbeda.


Seseorang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh bermacam-macam pengaruh, baik pengaruh yang bersifat positif maupun negatif. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sedangkan sikap negative bisa berupa rasa putusa asa, frustrasi, berlarut dalam kesedihan, dan melakukan tindakan bodoh yang tidak senmestinya dilakukan. Seharusnya manusia bisa lebih bersikap positf, dan menganggap penderitaan hanyalah ujian dari Tuhan dan hanya bersifat sementara, dan tetap melanjutkan hidup dengan kepala tegak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar