RANGKUMAN BUKU ETIKA BISNIS BAB 1, 2, DAN 3
Rabu, 16 November 2016
Rabu, 29 Juni 2016
MANFAAT SOSIAL MEDIA TERHADAP BISNIS
Media sosial kini berperan penting
dalam pemasaran produk, bahkan pekerjaan online pun relatif dibutuhkan. Pekerjaan
online kini semakin diminati, terutama jika Anda berniat membuka atau
memperluas bisnis maka jejaring sosial merupakan sarana yang cukup penting.
Mengingat jumlah penggunanya yang cukup tinggi di Indonesia, kini jejaring
sosial memainkan peran yang signifikan dalam proses pemasaran produk.
Seperti dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dari situs kominfo.go.id (7/11/2013), pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persen orang menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial.
Nah, apa saja manfaat media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram untuk bisnis Anda?
1. Brand Awareness
Keuntungan membangun kesadaran brand
atau merek melalui media sosial adalah penyebaran merek melalui media sosial
dapat membuat orang semakin mengetahui atau mengenal produk Anda. Dari sana
Anda dapat mengukur brand awareness atau kesadaran konsumen terhadap
produk tersebut dari jumlah fans atau followers dan berapa kali brand
Anda di-mention dalam suatu periode di media sosial. Tidak sembarang orang yang
dapat membangun brand awareness. Untuk itu, biasanya perusahaan tertentu
membayar pekerja online yang khusus mengurusi hal tersebut yakni social
media spesialist, community manager, twitter master, digital media analyst,
dan search engine optimization (SEO).
2. Dekat dengan Konsumen
Menurut pakar marketing dan media
sosial, Yuswohady seperti yang dikutip dari okezone.com (27/3/2012),
media sosial mengubah cara perusahaan berkomunikasi yang semula satu dan dua arah,
kini menjadi segala arah.
Selain itu, media sosial menjadi saluran penting bagi retailer untuk berhubungan dengan opini konsumen dan crowdsource (salah satu cara mengajak khalayak umum berpartisipasi memecahkan masalah) mengenai produk baru dan layanan, seperti dikatakan pengelola sebuah situs belanja online Yasunobu Hashimoto dalam tulisan Aditya Panji di kompas.com (11/6/2014).
3. Media Promosi
Kini, media sosial menjadi salah
satu media promosi yang sangat efektif dan langsung ke sasaran. Melalui Facebook,
twitter, instagram Anda dapat memberikan informasi seluas-luasnya akan
produk Anda kepada konsumen. Dengan memanfaatkan media sosial, konsumen Anda
juga tidak terbatas dalam arti bisa dari dalam negeri maupun luar negeri.
Apalagi berkat jaringan internet, kini siapa pun dapat berkomunikasi dengan
lebih mudah kemana dan dimana saja.
4. Riset Pasar
Peran media sosial penting untuk
menggali informasi dari para konsumen dan calon konsumen Anda. Anda bisa
melakukan polling atau survey melalui media sosial tentang seberapa sadar
konsumen akan produk yang Anda miliki, seberapa besar minat pasar, dan mencari
informasi siapa-siapa saja yang menjadi kompetitor utama bagi bisnis Anda.
Sabtu, 11 Juni 2016
Langkah-Langkah Penulisan Ilmiah
LANGKAH-LANGKAH PENULISAN ILMIAH
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karya ilmiah merupakan
karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang
dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal
secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis
untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran
tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan.
Di lihat dari panjang
pendeknya atau kedalaman uraiaan, karya tulis ilmiah dibedakan
atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baik makalah
maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah.
B. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah
dalam makalah ini yaitu bagaimana tahap penyusunan karya ilmiah?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan dalam makalah ini
adalah untuk tahap penyusunan karya ilmiah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Menurut Munawar Syamsudin (1994),
tulisan ilmiah adalah naskah yang membahas suatu masalah tertentu, atas dasar
konsepsi keilmuan tertentu, dengan memilih metode penyajian tertentu secara
utuh, teratur dan konsisten. Menurut Suhardjono
(1995), tidak semua karya tulis merupakan karya tulis ilmiah. Ilmiah artinya
mempunyai sifat keilmuan. Suatu karya tulis, apakah itu berbentuk laporan,
makalah, buku, maupun terjemahan, baru dapat disebut ilmiah apabila memenuhi
tiga syarat, yakni :
1. Isi kajiannya berada
pada lingkup pengetahuan ilmiah.
2. Menggunakan metode
ilmiah atau cara berpikir ilmiah.
3. Sosok penampilannya
sesuai dan telah memenuhi persyaratan sebagai suatu
tulisan keilmuan.
Selanjutnya, yang
dimaksud pengetahuan ilmiah adalah segala sesuatu yang kita ketahui (pengetahuan) yang dihimpun dengan metode ilmiah (Kemeny dalam The
Liang Gie, 1997). Pengetahuan ilmiah ini selanjutnya disebut dengan “ilmu”.
Para filsuf memiliki pemahaman yang sama mengenai ilmu, yaitu merupakan suatu
kumpulan pengetahuan ilmiah yang tersusun secara sistematis (The Liang Gie,
1997).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Karya ilmiah atau karangan ilmiah
atau scientific paper adalah sebuah laporan yang secara
tertulis dan diterbitkan dengan memaparkan hasil penelitian atau pengkajian
yang telah dilakukan oleh seseorang atau dalam sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Atau karya ilmiah ini dapat diartikan sebagai karangan yang mengungkapkan buah
pikiran hasil pengamatan, dalam bidang tertentu dengan sistematika penulisan
bersantun bahasa yang kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan.
TAHAPAN-TAHAPAN DALAM PENULISAN ILMIAH
1.Tahap Persiapan.
a. Pemilihan masalah / topik, mempertimbangkan:
1) Harus berada disekitar kita.
2) Harus topik yang paling menarik perhatian.
3) Terpusat pada segi lingkup yang sempit dan terbatas.
4) Memiliki data dan fakta yang obyektif.
5) Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya, meskipun serba sedikit.
6) Harus memiliki sumber acuan / bahan kepustakaan yang
dijadikan referensi.
7) Berikan alasan terhadap pemilihan tersebut.
8) Nyatakan perlunya diselidiki masalah menurut kepentingan umum.
b. Pembatasan topik/penentuan judul
1) Pembatasan topik harus dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah.
2) Penentuan judul dapat dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah
/ setelah penulisan karya ilmiah selesai.
3) Penentuan judul karya ilmiah : pertanyaan yang mengandung unsur 4W+1H
yaitu What (apa), Why (mengapa), When(kapan), Where (dimana)
dan How (bagaimana).
c. Pembuatan kerangka karangan (outline).
1) Membimbing penyusun karya ilmiah.
2) Pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam
penganalisisannya.
3) Pembuatan rencana daftar isi karya ilmiah.
2. Tahap Pengumpulan data.
a. Pencarian keterangan dari bahan bacaan / referensi.
b. Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah.
c. Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti.
d. Percobaan di laboratorium / pengujian di lapangan.
3. Pemecahan masalah.
Dalam memecahkan masalah harus diikuti
hal-hal berikut: a).
a. Analisa harus logis. Aturlah bukti dalam bnntuk yang sistematis dan logis.
Demikian juga halnya unsur-unsur yang dapat memecahkan masalah.
b. Proscdur penelitian yang digunakan harus dinyatakan secara singkat.
c. Urutkan data, fakta dan keterangan-keterangan khas yang diperlukan.
d. Harus dinyatakan bagaimana set dari data diperoleh termasuk referensi yang
digunakan.
e Tunjukkan cara data
dilola sampai mempunyai arti dalam memecahkan masalah.
f. Urutkan asumsi-asumsi yang digunakan serta
luibungannya dalam berbagai fase penelitian.
4. Tahap Pengorganisasian &
pengonsepan.
a. Pengelompokan bahan, untuk
memgorganisasikan bagian mana yang didahulukan dan mana yang termasuk bagian
terakhir. Data yang sudah terkumpul diseleksi dan dikelompokan sesuai jenis ,
sifat atau bentuk.
b. Pengonsepan karya
ilmiah dilakukan sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah
ditetapkan.
5. Pemeriksaan / Penyuntingan konsep
(editing).
Bertujuan untuk :
a. Melengkapi yang kurang.
b. Membuang yang kurang
relevan.
c. Menghindari penyajian
yang berulang-ulang atau tumpang tindih (overlapping).
d. Menghindari pemakaian
bahasa yang kurang efektif, misalnya dalam penulisan dan pemilihan kata,
penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
6. Penyajian.
Teknik penyajian karya
ilmiah harus memperhatikan:
a. Segi kerapian dan kebersihan.
b. Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misalnya halaman
muka (cover), halaman judul, daftar isi, daftar tabel, daftar grafik, daftar
gambar, daftar pustaka dan lain-lain.
c. Standar yang berlaku
dalam penulisan karya ilmiah, misalnya standar penulisan kutipan, catatan kaki
(foot note), daftar pustaka & penggunaan bahasa indonesia sesuai EYD.
d. Bagian inti karya ilmiah.
1) Bagian Pendahuluan.
2) Latar belakang dan masalah.
3) Tujuan pembahasan.
4) Ruang lingkup / pembatasan masalah.
5) Asumsi, hipotesis dan kerangka teori.
6) Sumber data.
7) Metode & teknik.
8) Bagian analisis atau pembahasan.
7. Kesimpulan
a. Berikan kesimpulan
dari hipotesa. nyatakan dua atau tiga kesimpulan yang mungkin diperoleh .
b. Berikan implikasi dari kesimpulan.
c. jelaskan bebernpa
implikasi dari produk hipotesa dengan memberikan beberapa inferensi.
Langganan:
Komentar (Atom)







