TUGAS MAKALAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
"Pembinaan Kebangsaan Indonesia"
NAMA : Ivan Ramdhani
NPM : 14213580
NPM : 14213580
KELAS : 2EA14
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
DEPOK
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat-Nya sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang
sangat sederhana.
Makalah ini disusun untuk membantu
mengembangkan kemampuan pemahaman pembaca terhadap Pembinaan Kebangsaan
Indonesia. Pemahaman tersebut dapat dipahami melalui pendahuluan , pembahasan
masalah , serta penarikkan garis kesimpulan dalam makalah ini . Makalah ini disajikan dalam konsep
dan bahasa yang sederhana sehingga dapat membantu pembaca dalam memahami
makalah ini . Dengan makalah ini , diharapkan pembaca dapat memahami mengenai
hak dan kewajiban sebagai anggota warga negara .
Ucapan terimakasih penulis sampaikan
kepada Dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk berkarya menyusun makalah Pembinaan Kebangsaan
Indonesia .
Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca . Saran , kritik dan masukan sangat penulis harapkan dari seluruh
pihak dalam proses membangun mutu makalah ini .
Jakarta, 7
Mei 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
·
Pendahuluan.............................................................................................. ....................1
1. Latar Belakang.................................................................................................................1
2. Maksud dan Tujuan..........................................................................................................1
3. Ruang Lingkup
Masalah..................................................................................................1
·
Pembahasan...................................................................................................................2
1. Definisi
Pembinaan..........................................................................................................2
2. Definisi
Bangsa................................................................................................................2
3. Faktor Pembentukan
Bangsa............................................................................................3
4. Unsur Terbentuknya
Bangsa............................................................................................3
5. Teori
Kebangsaan.............................................................................................................4
6. Upaya
Pembinaan Kebangsaan Indonesia........................................................................5
·
Kesimpulan....................................................................................................................11
·
Daftar Pustaka................................................................................................................12
PENDAHULUAN
Bangsa Indonesia mendapatkan kemerdekaannya setelah berjuang melawan para
penjajah berabad-abad lamanya. Pada era globalisasi saat ini, makna kemerdekaan
adalah menjadi mandiri secara total. Kapasitas kemandirian ini dapat dilihat
dari kemampuan negara tersebut membina keterbukaan dengan
bangsa-bangsa lain didunia, berdasarkan prinsip saling melengkapi atau
komplementasi, yang saling menguntungkan.
Pembinaan secara bahasa sendiri berarti proses, cara, perbuatan
membina (negara dsb); pembaharuan; penyempurnaan; dan
kegiatan yg dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yg
lebih baik. Maka dari itu, martabat suatu bangsa sangat ditentukan dari
kemampuan bangsa tersebut membina pranata-pranata kehidupan yang memiliki
pengaruh besar dalam membentuk karakter bangsa yang memiliki daya saing tinggi.
Bangsa-bangsa di dunia saat ini yang menjadi penguasa kehidupan secara
gobal adalah bangsa-bangsa yang memiliki karakter dan kreativitas yang tanpa
batas serta bermental tahan banting. Sebaliknya, tanpa karakter
tersebut, bangsa tersebut tidak akan mampu memberikan komplementasi pada
sektor-sektor ekonomi yang bernilai tambah tinggi. Bangsa yang demikian,
walaupun sarat dengan sumber daya alam akan tergusur dan hanya mampu
mengembangkan sektor ekonomi dengan nilai tambah rendah, lingkungan yang
semakin rusak dan secara budaya akan terjajah.
2. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan saya dalam pembuatan makalah ini, adalah agar kita
dapat mengetahui apa yang dimaksud kebangsaan itu serta upaya pemerintah dalam
pembinaan kebangsaan indonesia.
3. Ruang Lingkup Masalah
Adapun ruang lingkup permasalahan yang dibahas pada makalah kali ini adalah
sebagai berikut.
·
Hakikat Bangsa
·
Upaya mewujudkan paham kebangsaan
PEMBAHASAN
1. Definisi Pembinaan
n Pengertian Pembinaan
Menurut Psikologi. Pembinaan dapat diartikan sebagai upaya memelihara dan
membawa suatu keadaan yang seharusnya terjadi atau menjaga keadaan sebagaimana seharusnya. Dalam manajemen pendidikan luar sekolah,pembinaan dilakukan dengan
maksud agar kegiatan atau program yang sedang dilaksanakan selalu sesuai dengan
rencana atau tidak menyimpang dari hal yang telah direncanakan.
Pembinaan dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu berasal dari sudut
pembaharuan dan berasal dari sudut pengawasan. Pembinaan yang berasal dari
sudut pembaharuan yaitu mengubah sesuatu menjadi yang baru dan memiliki
nilai-nilai lebih baik bagi kehidupan masa yang akan datang. Sedangkan
pembinaan yang berasal dari sudut pengawasan yaitu usaha untuk membuat sesuatu
lebih sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Setelah semua pengertian
pembinaan tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa “pembinaan Kebangsaan
Indonesia” adalah suatu sistem yang dibentuk untuk mengubah keadaan yang telah
ada , dimana keadaan ini berubah kearah yang lebih baik. Dengan adanya
pembinaan kebangsaan ini diharapkan bahwa seluruh bangsa Indonesia dapat
bersaing dengan Negara-negara lain.
Bangsa
adalah sekelompok orang yang memiliki kehendak untuk bersatu yang memiliki
persatuan senasib dan tinggal di wilayah tertentu, beberapa budaya yang sama,
mitos leluhur bersama. Pengertian bangsa menurut para ahli :
·
Ernest Renant
Bangsa adalah suatu nyawa, suatu
akal yang terjadi dari dua hal yaitu rakyat yang harus menjalankan satu
riwayat, dan rakyat yang kemudian harus memilikim kemauan, keinginan untuk
hidup menjadi satu.
·
Otto Bauer
Bangsa adalah kelompok manusia yang
memiliki kesamaan karakter yang tumbuh karena kesamaan nasib.
Bangsa merupakan komunitas politik yang
dibayangkan dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat.
Faktor-faktor pembentukan suatu bangsa sangat berkaitan dengan identitas
yang menyatukan masyarakat. Faktor
tersebut antara lain sebagai berikut :
·
Primordial yang termasuk dalam faktor ini yaitu ikatan kekerabatan,
kesamaan suku bangsa,
daerah, bahasa dan adat istiadat.
·
Sakral dalam faktor ini yaitu adanya kesamaan agama yang dianut oleh masyarakat dan dalam hal ini agama dapat membentuk suatu ideologi doktrin yang kuat dalam masyarakat, sehingga keterkaitannya dapat menimbulkan bangsa.
·
Tokoh menjadi salah satu faktor pembentuk bangsa karena bagi masyarakat, tokoh dijadikan sebagai panutan untuk mewujudkan misi-misi bangsa.
·
Sejarah merupakan salah satu faktor pembentukan bangsa karena sejarah dan pengalaman masa lalu seperti penderitaan akan melahirkan
solidaritas sehingga memungkinkan untuk membentuk satu tekad dan satu tujuan
antar kelompok masyarakat.
·
Perkembangan Ekonomi dikatakan sebagai faktor pembentukan bangsa karena semakin
meningkatnya perkembangan ekonomi semakin beragam pula kebutuhan masyarakat sehingga membuat masyarakat semakin ketergantungan satu sama lain dan secara tidak langsung akan membuat masyarakat ingin membentuk satu kesatuan yaitu bangsa sebagai jalan untuk
memenuhi kebutuhan satu sama lain.
Menurut Hans Kohn, kebanyakan bangsa
terbentuk karena unsur atau faktor objektif tertentu yang membedakannya
dengan bangsa lain, seperti:
1.
Unsur nasionalisme yaitu kesamaan
keturunan.
2.
Wilayah
3.
Bahasa
4.
Adat-istiadat
5.
Kesamaan politik.
6.
Perasaan
7.
Agama
Menurut Joseph Stalin, unsur terbentuknya bangsa
adalah adanya:
1.
Persamaan sejarah.
2.
Persamaan cita-cita.
3.
Kondisi objektif seperti bahasa,
ras, agama, dan adat-istiadat.
Bangsa
Indonesia sebagai bagian umat manusia didunia adalah sebagai makhluk Tuhan yang
Masa Esa yang memiliki sifat kodrat sebagai makhluk individu yang memilki
kebebasan dan juga sebagai makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang
lain. Manusia membentuk suatu persekutuan hidup yang disebut sebagai bangsa,
dan bangsa yang hidup dalam suatu wilayah tertentu serta memiliki tujuan
tertentu maka pengertian ini disebut sebagai Negara . Menurut Muhammad Yamin,
bangsa Indonesia dalam merintis terbentuk nya suatu bangsa dalam panggung
politik internasional, yaitu suatu bangsa yang modern yang memiliki kemerdekaan
dan kebebasan, berlangsung melalui tiga fase.
Pertama
: zaman sriwijaya
Kedua
: zaman majapahit
e Ketiga
: pada
giliran masyarakata Indonesia membentuk suatu Nationaleestaat, atau suatu estat
nationale, yaitu suatu Negara kebangsaan Indonesian modern menurut susunan
kekeluargaan berdasar atas kebangsaan atas ketuhanan yang maha Esa serta
kemanusiaan Negara kebangsaaan pancasila.
a. Teori Hans Kohn
Hans Kohn
mengemukakan bahwa bangsa yaitu terbentuk karena persamaan bahasa, ras, agama,
peradaban, wilayah, Negara dan kewarganegaraan.
b. Teori Kebangsaan Ernest Rehan
Hakikat
bangsa atau ‘Nation’ ditinjau secara ilmiah oleh seorang ahli dari academmie
Francaise, prancis pada tahun 1982. Menurut renan pokok pokok pikiran tentang
bangsa adalah sebagai berikut :
·
Bahwa bangsa Indonesia adalah satu jiwa, suatu azas
kerokhanian
·
Bahwa bangsa adalah suatu solidaritas yang besar
·
Bahwa bangsa adalah suatu hasil sejarah. Oleh karena
sejarah berkembang terus maka kemudian menurut Rena bahwa bangsa adalah bukan
sesuatu yang abadi.
·
Wilayah dan ras bukan lah suatu penyebab timbulnya
bangsa. Wilayah memberikan ruang dimana bangsa hidup, sedangkan manusia
membentuk jiwa nya. Dalam aitan inilah maka Renan kemudian tiba pada suatu
kesimpulan bahwa bangsa adalah suatu jiwa suatu asas kerokhanian.
c. Teori Geopolitik oleh Frederich Ratzel
Suatu teori
kebangsaan yang baru mengungkap kan hubungan antara wilayah geografi dengan
bangsa yang dikembangkan oleh Frederich Ratzel dalam bukunya yang berjudul
“political Geographi ( 1987). Teori tersebut menyatakan gahwa Negara adalah
merupakan suatu orgaisme yang hidup. Agar supaya suatu bangsa itu hidup subur
dan kuat maka memerlukan suatu ruangan untuk hidup, dalam bahasa jerman disebut
‘Lebenstraum’
6. Upaya
Pembinaan Kebangsaan Indonesia
Upaya yang
dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan Indonesia
terhadap seluruh komponen bangsa. Ditinjau dari format pendidikan. Dapat
dilakukan melalui jalur formal dan informal sebagai berikut :
a. Pertama, secara formal dalam lingkungan
sekolah/Perguruan Tinggi, untuk menjaga eksistensi wawasan nusantara sebagai
cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia, maka Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dan
rasa cinta tanah air harus dikenalkan secara dini kepada anak-anak Indonesia
melalui pendidikan sekolah / Perguruan Tinggi sesuai dengan strata
pendidikannya secara merata dan diwadahi melalui kurikulum pendidikan nasional
sebagai berikut :
·
Untuk tingkat pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK),
mengenalkan tentang lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional serta daerah, bahasa
Indonesia dan Bendera merah Putih sebagai bendera negara
·
Untuk tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD),
mempelajari tentang sejarah Indonesia, mengenal Pancasila sebagai Dasar Negara
dan UUD 1945 sebagai Dasar Hukum bangsa Indonsia;
·
Untuk tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP
setingkat) melanjutkan pendidikan dasar yang sudah diterima di tingkat SD dan
upaya bangsa Indonesia untuk mempertahankan keutuhan NKRI dari segala macam
bentuk rongrongan pemberontakan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh sebagian
pengkhianat bangsa maupun kemungkinan adanya ancaman yang datang dari luar;
·
Untuk tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA
setingkat) melanjutkan pendidikan menengah pertama yang sudah di terima di
tingkat SMP secara aplikatif agar lebih menghayati arti penting bela negara dan
rasa cinta tanah air dalam rangka mempertahankan keutuhan dan rasa persatuan
kesatuan bangsa Indonesia melalui cara pandang yang sama dalam wadah NKRI.
Sehingga sebagai anak bangsa akan tertanam jiwa bela negara dalam kerangka
pertahanan negara
·
Untuk tingkat Perguruan Tinggi, membangun kesadaran
dan kemampuan bela negara serta penanaman rasa bela negara rasa cinta tanah air
diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat lebih aplikatif yang diwadahi
melalui organisasi kemahasiswaan seperti Resimen Mahasiswa (Menwa), organisasi
kemahasiswaan lainnya untuk memupuk dan melatih kewiraan serta kepemimpinan
sebagai kader generasi penerus bangsa;
b. Secara
informal dalam lingkungan pemukiman maupun lingkungan pekerjaan, disamping
pendidikan formal yang diterima oleh generasi penerus bangsa disekolah maupun perguruan
tinggi, maka pendidikan bela negara juga dilaksanakan dilingkungan pemukiman
dan lingkungan pekerjaan, dilaksanakan dengan cara :
·
Mensosialisasikan Undang-Undang nomor 3 tahun 2002
tentang pertahanan negara dilingkungan pemukiman maupun pekerjaan bahwa
tugas-tugas pertahanan negara bukanlah tugas TNI semata tetapi menjadi tanggung
jawab seluruh komponen bangsa sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga
masyarakat sebagai warga negara akan memahami dimana posisinya dalam
keikutsertaannya untuk melaksanakan pertahanan negara sebagai komponen cadangan
atau komponen pendukung;
·
Untuk menanam dan menumbuh-kembangkan rasa bela negara
dan rasa cinta tanah air dilaksanakan melalui kegiatan secara aplikatif dalam
keseharian di lingkungan pemukiman diantaranya melaksanakan kegiatan sistem
keamanan lingkungan (Siskamling), kerja bhakti dan gotong royong, pelatihan
perlawanan rakyat (Wanra) dan keamanan rakyat (Kamra), pengibaran bendera Merah
putih pada hari-hari nasional dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia;
·
Melaksanakan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara yang
difasilitasi oleh pemerintah dengan mengikutsertakan kader-kader dari daerah
(mulai tingkat desa sampai tingkat propinsi); d) Untuk lingkungan pekerjaan
melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih pada setiap hari Senin dan
hari-hari Nasional maupun hari Kemerdekaan Indonesia serta ikut serta dalam
wadah pertahanan sipil (Hansip);
c. Pembinaan
dari tinjauan aspek geografi.
Seluruh
komponen bangsa ikut bertanggung jawab untuk menjaga dan membangun kondisi
geografis NKRI dalam ikatan ke-Bhineka Tunggal Ika-an guna menjaga integritas
NKRI. Untuk mencapai kondisi tersebut dilakukan melalui upaya :
·
Bimbingan, pengarahan dan penyuluhan tentang
pentingnya letak geografi Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dan kepentingan pertahanan negara;
·
Pelatihan, melalui proyek percontohan tentang
pemanfaatan lahan pertanian dan budi daya laut serta manajemen pemasaran dari
hasil pertanian dan hasil laut agar memiliki nilai jual yang bersaing untuk
kepentingan kesejahteraan masyarakat;
·
Seluruh komponen bangsa ikut bertanggung jawab untuk
menjaga dan membangun kondisi geografis NKRI dalam ikatan ke-Bhineka Tungga
Ika-an guna mewujudkan ketahanan nasional dengan demikian maka integritas NKRI
akan terjamin kelangsungannya;
d. Pembinaan dari tinjauan aspek
demografi.
Menghapus pandangan minoritas
terhadap kelompok etnis tertentu, guna menghindari sentimen kedaerahan yang
dapat memicu kebencian daerah terhadap pusat sehingga perlu dilakukan tindakan
yang seimbang untuk bersikap dalam rangka menanamkan loyalitas vertikal,
sebagai salah satu indikatornya adalah adanya derajat kepatuhan dan kesetiaan
yang ditunjukan oleh pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat, dilakukan
melalui upaya :
·
Menanamkan loyalitas vertikal, yaitu derajat kepatuhan
dan kesetiaan yang ditunjukan oleh: (1) Masyarakat terhadap pemimpinan
non-formal, terhadap elite politik dan terhadap pemerintah NKRI; (2) Masyarakat
terhadap hukum yang berlaku di wilayah NKRI; (3) Pemerintah daerah terhadap
pemerintah pusat; (4) Internal masyarakat yang saling menghargai dalam berbagai
keaneka ragaman yang ada terhadap pimpinan di daerahnya.
·
Menanamkan loyalitas horizontal, yaitu derajat
kepatuhan dan kesetiaan yang ditunjukan oleh : (1) Kelompok masyarkat terhadap
kelompok masyarakat lainnya; (2) Masyarakat terhadap kebudayaan (norma dan tata
nilai) dan hukum; (3) Pemerintah daerah terhadap pemerintah daerah lainnya.
Melalui upaya pembinaan yang diharapkan maka perilaku yang bertentangan dengan
karakter masyarakat daerah konflik dapat ditangkal karena masyarakat senantiasa
mengutamakan kemaslahatan umat dengan memerangi segala macam bentuk kemaksiatan
dan kezaliman dengan lebih mengemukakan kebijakan.
e. Pembinaan dari tinjauan aspek
sumber kekayaan alam.
Pengelolaan sumber kekayaan alam
mampu memberikan dan membuka lapangan kerja bagi penduduk di daerah, membatasi
kesenjangan sosial yang ada antara pusat dan daerah, pengelolaan sumber
kekayaan alam prioritas utama diperuntukan bagi kepentingan masyarakat di
daerah setempat, melibatkan masyarakat setempat dalam upaya melestarikan dan
menginfentarisir kekayaan alam, perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan
kekayaan alam menggunakan manajemen yang transparan, sehingga di ketahui dengan
jelas arah aliran keuangan dari hasil pengelolaan tersebut, dilakukan melalui :
·
Pengelolaan sumber kekayaan alam diarahkan untuk
kepentingan peningkatan kesempatan dan peluang kerja penduduk daerah,untuk
mempersempit dan membatasi dan kesenjangan sosial yang ada antara pusat dan
daerah;
·
Sumber energi minyak dan gas bumi harus dihemat, dan
sedapat mungkin dilaksanakan kegiatan untuk mengembangkan sumber energi terbaru
agar ditemukan alternatif pengganti bahan baku yang tersedia;
·
Pengelolaan sumber kekayaan alam prioritas utama
diperuntukan bagi kepentingan masyarakat daerah secara adil dalam bingkai NKRI
berdasarkan Pancasila dan rakyat Indonesia secara umum
f. Pembinaan
dari tinjauan aspek idiologi.
Mengenalkan
dan memberikan pendidikan moral Pancasila mulai dari usia dini, pembangunan
mental spiritual harus dilaksanakan secara seimbang agar terbentuk manusia
Indonesia yang memiliki moral etika sebagai insan Pancasila, dilakukan melalui
upaya:
·
Mengenalkan dan memberikan pendidikan moral pancasila
mulai usia dini serta memberikan suri tauladan kepada penduduk tentang
pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari;
·
Pelaksanaan pembentukan fisik berupa sarana dan
prasarana serta pembangunan mental spritual harus dilaksanakan secara seimbang
agar terbentuk manusia Indonesia yang seutuhnya dalam pengertian manusia
Indonesia yang memiliki moral etika sebagai insan pancasila;
·
Pancasila sebagai ideologi nasional falsafah bangsa
dan dasar negara RI harus terus diamalkan, secara realiti dalam perbuatan
sehari-hari dan pelaksanaannya mulai dari masin-masing individu dalam
lingkungan sosialnya (rumah sekolah, kantor dan lingkungan warga);
g. Pembinaan
dari tinjauan aspek politik
Menjelaskan
bahwa sistem pemerintahan senantiasa berdasarkan hukum sehingga perbuatan yang
dilakukan diluar rambu-rambu dan kaedah hukum yang berlaku berarti merupakan
suatu indikasi melawan hukum dan harus dipertanggung jawabkan sistem
pemerintahan senantiasa berdasarkan hukum sehingga perbuatan yang mencegah terjadinya
diktator mayoritas dan tirani minoritas atau si besar menindas yang kecil dan
yang kuat menginjak yang lemah, tindakan-tindakan ini tidak bisa dibenarkan dan
tidak boleh dilakukan oleh siapapun dan kepada siapapun, dilakukan melalui
upaya :
·
Menjelaskan bahwa dilakukan diluar rambu-rambu dan
kaedah hukum yang berlaku berarti merupakan upaya melawan hukum dan harus
dipertanggung jawabkan ;
·
Mencegah terjadinya diktator mayoritas dan tirani
minoritas atau si besar menindas yang kecil dan yang kuat menginjak yang lemah,
tindakan-tindakan ini tidak bisa dibenarkan dan tidak boleh dilakukan oleh
siapapun dan kepada siapapun sebagai sesama warga negara Indonesia mempunyai
kedudukan yang sama dimata hukum;
h. Pembinaan
dari tinjauan aspek ekonomi
Dalam
mewujudkan pemulihan ekonomi harus selalu berorientasi kepada ekonomi rakyat
dan bertumpu pada ekonomi pasar, senantiasa harus mengedepankan pemberdayaan
institusi fungsional dibidang ekonomi, misalnya mendorong pengembangan industri
strategis melalui program penelitian yang bersifat kemitraaan dengan lembaga
penelitian diberbagai perguruan tinggi maupun industri strategis yang ada
sehingga dapat menjawab desakan kebutuhan ekonomi di daerah, dan mampu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah tersebut pada tingkat kebutuhan
primer, dilakukan melalui:
·
Pemerintah pusat dan daerah mengutamakan pemulihan
kehidupan ekonomi rakyat melalui peningkatan sektor pertanian dan perikanan
sebagai mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indonesia;
·
untuk meningkatkan aktivitas roda perekonomian
diperlukan pelibatan oleh unsur-unsur komponen bangsa sesuai fungsi termasuk
TNI diseluruh wilayah NKRI untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dari
kemungkinan adanya gangguan kaum kelompok separatis;
i. Pembinaan
dari tinjauan aspek sosial budaya
Upaya ini
perlu diimplementasikan dalam sosial kultur kehidupan masyarakat didaerah
setempat, karena ikatan adat istiadat dijunjung tinggi sebagai nilai-nilai yang
bermakna dalam menentukan kehidupan masyarakat pada daerah daerah tertentu,
diwujudkan secara aplikatif untuk dapat menghargai pendapat dan sarana masukkan
dari para tokoh mayarakat bernilai positif untuk membangun daerah secara fisik
maupun non fisik (moral), dilakukan melalui upaya:
·
Mencegah dan membatasi masuknya budaya asing yang
dapat merusak budaya bangsa sendiri dan dapat memecah belah persatuan dan
kesatuan bangsa;
·
Mengedepankan pemuka adat untuk ikut berbicara dengan
pemerintah dan kelompok separatis agar ada saling pengertian tentang perbedaan
pendapat yang terjadi untuk menjaga keutuhan NKRI yang telah dibangun oleh para
pejuang bangsa;
·
Menghargai dan saran masukkan dari para tokoh
masyarakat yang bernilai positif untuk membangun daerah secara fisik maupun
moral;
·
Menghimbau para tokoh pemuda di seluruh Indonesia agar
ikut melestarikan kebudayaan daerah yang sarat dengan nilai-nilai seni yang
bernilai tinggi untuk menjaga nilai nilai budaya sendiri dan menegah masuknya
budaya asing yang tidak sesuai dengan adat istiadat sendiri sebagai salah satu
alat perekat bangsa sehingga tidak terhapus oleh budaya asing;
·
Menghidupkan dan menanamkan kembali sikap dan budi
pekerti yang baik dimulai dari sedini mungkin dari anak-anak generasi penerus
bangsa Indonesia dikenal dan menganal dirinya sebagai anak Indonesia yang
berbudi pekerti luhur. Karena seakan-akan budi pekerti ini hanya dimiliki
generasi terdahulu saja, sedangkan budi pekerti erat kaitannya dengan etika
maupun estetika yang dimiliki oleh bangsa Indonesia oleh dahulu kala.
KESIMPULAN
Pembinaan
secara bahasa sendiri berarti proses, cara, perbuatan membina
(negara dsb), pembaharuan, penyempurnaan, dan kegiatan yg dilakukan secara
efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yg lebih baik. Bangsa adalah
sekelompok orang yang memiliki kehendak untuk bersatu yang memiliki persatuan
senasib dan tinggal di wilayah tertentu, beberapa budaya yang sama, mitos
leluhur bersama. Manusia membentuk suatu bangsa karena untuk memenuhi
kodrat nya yaitu sebagia individu dan makhluk social oleh karena itu deklarasi
bangsa Indonesia tida didasarkan pada deklarasi imdividu sebagaimana bangsa
liberal.
Pembinaan
kebangsaan sangat penting untuk diterapkan kepada seluruh masyarakat Indonesia
karena dengan adanya pembinaan kebangsaan, masyarakat akan menjadi pribadi yang
taat hukum, nasionalis, cinta tanah air, menimbulkan rasa bela negara, serta
bisa menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Upaya
pembinaan kebangsaan jika ditinjau dari format pendidikan. Dapat dilakukan
melalui jalur formal dalam lingkungan sekolah/perguruan Tinggi dan informal dalam
lingkungan pemukiman maupun lingkungan pekerjaan.
DAFTAR PUSTAKA
B.
Jawab pertanyaan berikut : dalam bentuk tulisan bebas dengan judul sesuai
pertanyaan.
(1)
Apa Faham Kebangsaan, Rasa Kebangsaan, dan Semangat Kebangsaan?
Jawab
:
a.
Paham Kebangsaan merupakan pengertian yang mendalam tentang apa dan bagaimana
bangsa itu mewujudkan masa depannya. Dalam mewujudkan paham tersebut belum
diimbangi adanya legitimasi terhadap sistem pendidikan secara nasional, bahkan
masih terbatas muatan lokal, sehingga muatan nasional masih diabaikan. Tidak
adanya materi pelajaran Moral Pancasila atau Pendidikan Sejarah Perjuangan
Bangsa (PSPB) atau sertifikasi terhadap Pedoman Penghayatan dan Pengamalan
Pancasila (P4) di setiap strata pendidikan, baik formal, non-formal, maupun di
masyarakat luas.
b.
Rasa kebangsaan tercermin pada perasaan rakyat, masyarakat dan bangsa terhadap
kondisi bangsa Indonesia yang dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa
yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945. Hal ini masih dirasakan jauh dalam pencapaiannya, karena memudarnya rasa
kebangsaan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari dengan berbagai
peristiwa, baik perasaan mudah tersinggung yang mengakibatkan emosional tinggi
yang berujung pada pembunuhan, bahkan pada peringatan Hari Ulang Tahun
Kemerdekaan 17 Agustus yang setiap tahun dirayakan kurang menggema, karena
kurangnya penghayatan dan pengamalan terhadap Pancasila. Di samping itu, adanya
tuntutan sekelompok masyarakat dengan isu putra daerah terutama dalam Pilkada
masih terjadi amuk massa dengan kepentingan sektoral, sehingga akan
mengakibatkan pelaksanaan pembangunan nasional terhambat.
c.
Semangat Kebangsaan atau Nasionalisme merupakan perpaduan atau sinergi dari
rasa kebangsaan dan paham kebangsaan. Hal ini tercermin pada sekelompok
masyarakat mulai luntur dalam memahami adanya pluralisme, karena pada
kenyataannya bangsa Indonesia terdiri atas bermacam suku, golongan dan
keturunan yang memiliki ciri lahiriah, kepribadian, kebudayaan yang berbeda,
serta tidak menghapus kebhinekaan, melainkan melestarikan dan mengembangkan
kebhinekaan sebagai dasarnya.
(2)
Jelaskan pengertian Wawasan Kebangsaan?
Jawab
:
Kata
wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu mawas yang artinya melihat atau
memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang mengenai diri dan tanah airnya sebagai
egara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya, dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia adalah merupakan sebuah pedomann yang masih bersifat filosofia normatif. Sebagai perwujudan dari rasa dan semangat kebangsaan yang melahirkan bangsa Indonesia. Akan tetapi situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa dari waktu ke waktu. Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia harus senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan perkembagan dan berbagai bentuk implementasinya.
Memahami serta mempedomani secara baik ajaran yang terkandung di dalam konsepsi Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan dari setiap warga bangsa tentang posisi dan peran masing-masing ditengah-tengah masyarakat yang serba majemuk. Hal ini berarti suasana kondisi yang mendorong perkembangan setiap individu sehingga terwujud ketahanan pribadi dapat menciptakan suatu ketahanan nasional Indonesia.
Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia adalah merupakan sebuah pedomann yang masih bersifat filosofia normatif. Sebagai perwujudan dari rasa dan semangat kebangsaan yang melahirkan bangsa Indonesia. Akan tetapi situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa dari waktu ke waktu. Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia harus senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan perkembagan dan berbagai bentuk implementasinya.
Memahami serta mempedomani secara baik ajaran yang terkandung di dalam konsepsi Wawasan Kebangsaan atau Wawasan Nasional Indonesia akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan dari setiap warga bangsa tentang posisi dan peran masing-masing ditengah-tengah masyarakat yang serba majemuk. Hal ini berarti suasana kondisi yang mendorong perkembangan setiap individu sehingga terwujud ketahanan pribadi dapat menciptakan suatu ketahanan nasional Indonesia.
(3) Jelaskan pengertian Wawasan Nusantara?
Jawab
:
Setiap
bangsa mempunyai wawasan nasional yang merupakan visi bangsa yang bersangkutan
menuju ke masa depan. Adapun wawasan nasional bangsa Indonesia di kenal dengan
Wawasan Nusantara. Wawasan berasal dari kata ‘wawas’ yang berarti pandangan.
Sedangkan Nusantara berasal dari kata ‘nusa’ yang berarti pulau – pulau, dan
‘antara’ yang berarti diapit di antara dua hal (dua benua yaitu benua Asia dan
benua Australia serta dua samudera yakni samudera Pasifik dan samudera Hindia).
Berdasarkan teori-teori tentang wawasan, latar belakang falsafah Pancasila,
latar belakang pemikiran aspek kewilayahan, aspek sosial budaya, dan aspek
kesejarahan, terbetuklah satu wawasan nasional indonesia yang disebut wawasan
nusantara dengan rumusan pengertian yang sampai ini berkembang sebagai berikut:
-
Pengertian wawasan nusantara berdasarkan ketetapan majelis permusyawarahan
rakyat tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah sebagai berikut: wawasan
nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan
berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai
diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta
kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
-
Pengertian wawasan nusantara menurut Prof. Dr. Wan Usman (Ketua Program S-2PKN
– UI) “wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa indonesia mengenai diri dan
tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang
beragam.”. Hal tersebut disampaikannya saat lokakarya wawsan nusantara dan
ketahanan nasional di Lemhanas pada Januari 2000. Ia juga menjelaskan bahwa
wawasan nusantara merupakan geo-politik indonesia.
-
Secara umum arti dari wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia
tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai
dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai
tujuan atau cita – cita nasionalnya. Dengan demikian wawasan nusantara berperan
untuk membimbing bangsa Indonesia dalam penyelengaraan kehidupannya serta
sebagai rambu – rambu dalam perjuanagan mengisi kemerdekaan.
(4) Peran apa yang dapat dilakukan Mahasiswa
sebagai generasi penerus bangsa dalam menggulangi kondisi negara yang
diperlukan saat ini?
Jawab:
Mahasiswa merupakan salah satu aset Negara dan penerus yang nantinya akan
menggantikan kedudukan para pejabat menteri dan presiden dalam mengurus dan
mengembangkan Negara ini lebih maju lagi. Upaya merajut wawasan berkebangsaan,
tentunya mahasiswa akan mengetahui ada satu potensi besar dalam keragaman kaum
muda, keragaman bangsa, dan mengenal suku-suku lain apabila
mengimplementasikannya dengan mengadakan satu kegiatan yang mampu mengembangkan
wawasan tersebut. Beberapa contoh kasus dalam meningkatkan wawasan kebangsaan:
a. Sederhananya, melalui kegiatan jambore yang diadakan oleh kampus menjadi
suatu komunitas generasi muda yang terdidik agar bisa menjadi pilar penyebar
semangat cinta Tanah Air, berbudaya unggul, dan berprestasi secara akademik
maupun secara kemasyarakatan.
b. Pelaksanaan karya bakti untuk memajukan lingkungan sekitar yang
sekiranya membutuhkan bantuan. Dengan begitu, hal ini secara tidak langsung
akan mempererat persatuan antara masyarakat dengan mahasiswa.
c.
Mahasiswa dituntut supaya bisa mengikuti perkembangan zaman, mempunyai
sikap kritis terhadap lingkungan, mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, dan
masih banyak lainnya. Kita sebagai mahasiswa jangan hanya sekedar menjadi
pelajar, tetapi kita harus bisa mengembangkan potensi diri kita, mengembangkan
jiwa sosial, dan juga kemampuan softskill dan hardskill. Dan yang paling utama
yaitu mahasiswa harus bisa membawa negara ini kedalam perubahan yang lebih baik.
(5)
Pada akhir-akhir ini tindakan Mahasiswa di lingkungan kampus-kampus (Demo
anarkis, perkelahian, judi, narkoba, dsb) tertemtu cukup memprihatinkan, yang
dapat mengganggu proses belajar mengajar. Tindakan apa yang perlu untuk
mengatasi hal-hal yang tidak semestinnya?
Jawab
Apabila dicermati adanya beberapa fenomena peristiwa
pada kehidupan masyarakat yang terjadi di berbagai daerah pada akhir-akhir ini,
baik berupa perkelahian massal antar kelompok kepentingan akibat pemekaran
wilayah, berebut lahan kehidupan, selisih paham antar pemuda /pelajar termasuk
mahasiswa dan lainnya, merupakan bukti konkrit adanya pemahaman terhadap
nilai-nilai Pancasila dalam bentuk wawasan kebangsaan sudah menurun.Hal itu sangat mencoreng citra para
mahasiswa di mata masyarakat yang dianggap sebagai calon penerus bangsa. Hal
ini dapat ditanggulangi dengan diadakannya kegiatan – kegiatan yang memberikan
niai positif salah satunya adalah aktif dalam kegiatan himpunan jurusan masing
masing,diadakannya pendidikan didalam kampus tentang tatacara bagaimana
menyampaikan aspirasi kepada negara tanpa merugikan pihak lain , serta
memberikan tindakan yang tegas terhadap pelanggarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar