TUGAS SOFTSKILL (PERILAKU KONSUMEN)
NAMA : IVAN
RAMDHANI
NPM :
14213580
KELAS :
3EA14
1.
Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen?
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh
seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan
membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya.
Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum
pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian
konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada
tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap
setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi
kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan. Atau kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang
dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
penentuan kegiatan-kegiatan
tersebut.
Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun
organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka
mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
(1)
Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu
(2) Influencer, adalah individu yang
berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang
diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak
(3) Decider, adalah yang memutuskan apakah
akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya
(4)
Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya;
(5)
User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli
2. Segmentasi Pasar
Segmentasi
pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar dari heterogen menjadi homogen. Jadi,
perusahaan yang berorientasi pada konsumen akan membagin pasarnya ke dalam
segmen-segmen pasar tertentu dimana masing-masing segmen bersifat homogen.
Homogenitas masing-masing segmen tersebut disebabkan oleh adanya
perbedaan-perbedaan dalam kebiasaan membeli, cara penggunssn barang, kebutuhan
pemakai, motif pembelian, tujuan pembelian, dan sebagainya.
Berikut ini definisi dari Segmentasi
Pasar menurut beberapa ahli, diantaranya:
a.
Swastha & Handoko (1997)
Memberi pengertian bahwa segmentasi
pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen
kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
b.
Pride & Ferrel (1995)
Mengatakan bahwa segmentasi pasar
adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen‐segmen
pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya
kesamaan perilaku pembeli dan sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan
menjadi kelompok‐kelompok
pasar yang terdiri dari orang‐orang yang
secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
a)
Maksud dan tujuan segmentasi pasar
-)
Pasar lebih mudah dibedakan
-)
Pelayanan kepada pembeli menjadi lebih baik
-)
Strategi pemasaran menjadi lebih mengarah
Agar
segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka
harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :
1. Measurability, yaitu
ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat
didekati.
2. Accessibility, yaitu
suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan)
usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu
segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat
dipertimbangkan program-program pemasarannya.
3.
Segmentasi dan Kepuasan Konsumen
Menurut
Philip Kotler dan Kevin Lane Keller yang dikutip dari buku Manajemen
Pemasaran mengatakan bahwa Kepuasan Konsumen adalah perasaan senang atau kecewa
seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang
dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan.
Zeithmal dan
Bitner (2003) mengemukakan bahwa kepuasan adalah konsep yang jauh lebih luas
dari hanya sekedar penilaian kualitas pelayanan, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor
lain yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Kualitas pelayanan atau jasa, yaitu konsumen akan
merasa puas apabila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan
yang diharapkan.
2. Kualitas produk, yaitu konsumen akan merasa puas apabila
hasil mereka menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.
3. Harga, yaitu produk yang mempunyai kualitas yang
sama tetapi menetapkan harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang
lebih
tinggi kepada konsumen.
4. Faktor situasi, yaitu keadaan atau kondisi yang
dialami oleh konsumen.
5. Faktor pribadi dari konsumen, yaitu karakteristik
konsumen yang mencakup kebutuhan pribadi.
4. Penggunaan Segmentasi dalam Strategi
Pemasaran
Faktor
penting lain yang harus diperhitungkan ketika mengembangkan strategi pemasaran
untuk konsumen adalah “segmentasi pasar”. Segmentasi pasar berarti membagi
pelanggan potensial perusahaan ke dalam berbagai segmen atau kelompok
(misalnya, berdasarkan usia, jenis kelamin, agama, lokasi, dll) dan kemudian memfokuskan
strategi pemasaran pada satu atau lebih kelompok-kelompok. Bila menggunakan
segmentasi pasar, penting untuk menentukan apa faktor-faktor yang akan
dipertimbangkan. Faktor-faktor yang disebut variabel segmentasi. Variabel
segmentasi perlu berhubungan dengan kebutuhan, penggunaan, atau perilaku
terhadap produk atau jasa. Sebagai contoh, produsen gitar akustik akan paling
mungkin segmen pasar berdasarkan usia, yaitu, strategi pemasaran mereka akan
dirancang untuk menarik dan mempengaruhi remaja.
Sumber daya dan
kemampuan perusahaan untuk menentukan jumlah dan ukuran segmen pasar yang
mereka dapat berharap untuk menarik dengan strategi pemasaran mereka. Jenis
produk dan layanan, serta variasi dalam kebutuhan pelanggan mereka, akan
memainkan peran dalam ukuran dan jumlah segmen pasar yang ditargetkan. Memilih
variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar
konsumen tertentu. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting
dalam penargetan pasar konsumen tertentu.
Dari
kedelapan elemen bauran pemasaran yang digunakan terdapat 6 elemen yang
signifikan dalam membedakan antar segmen, yaitu : produk, promosi, bukti fisik,
komunitas, proses, harga. Dua yang lain yaitu tempat dan perubahan ternyata
untuk tingkat kepercayaan 95% tidak dapat digunakan untuk membedakan segmen.
Ini berarti setiap segmen mempunyai preferensi bauran pemasaran yang sama
terhadap kedua elemen tersebut.
5. Analisis Konsumen dan Kebijakan Sosial
Analisis
konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran
pemasaran di dalamnya. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang
mengalami berbagai tahapan‐tahapan
sebagai berikut:
·
Analisis
Kebutuhan.
Konsumen merasa bahwa dia
membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa
dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa
melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi
produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain‐lain.
·
Pencarian
Informasi.
Setelah kebutuhan itu dirasakan,
konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
·
Evaluasi
Alternatif.
Konsumen kemudian mengadakan
evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan
manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.
·
Keputusan
Pembelian.
Konsumen memutuskan untuk membeli
merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
·
Sikap Paska
Pembelian.
Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen
setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas
dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.
Analisis Kebijakan Sosial
Analisis kebijakan (policy analysis)
dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy
development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan
kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan
kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan
pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru. Namun demikian,
baik analisis kebijakan maupun pengembangan kebijakan keduanya memfokuskan pada
konsekuensi‐konsekuensi kebijakan. Analisis
kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan
kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang
baru. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial
adalah usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation)
dan preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap
konsekuensi‐konsekuensi kebijakan sosial yang
telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial tersebut didasari oleh
prinsip‐prinsip umum yang dibuat berdasarkan
pilihan‐pilihan tindakan sebagai berikut:
a. Penelitian
dan rasionalisasi yang dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang
dilakukan.
b. Orientasi
nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial
tersebut berdasarkan nilai benar dan salah.
c. Pertimbangan
politik yang umumnya dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas.
6. Proses Keputusan Membeli
Keputusan
pembelian merupakan kegiatan individu yang secara
langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian
terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual. Pengertian keputusan
pembelian, menurut Kotler & Armstrong (2001: 226) adalah tahap dalam
proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli.
Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan
barang yang ditawarkan.
Menurut (Kotler, 2000:204)
tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati
lima tahap, yaitu:
a. Pengenalan Masalah
b. Pencarian Informasi
c. Evaluasi alternatif
d. Keputusan Membeli
e. Tingkah laku pasca pembelian.
Dalam tahap
evaluasi, konsumen membuat peringkat merek dan membentuk niat untuk membeli.
Pada umumnya, keputusan membeli konsumen adalah membeli merek yang paling
disukai, tetapi dua faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan
untuk membeli. Faktor pertama adalah sikap orang lain, yaitu pendapat dari orang
lain mengenai harga, merek yang akan dipilih konsumen. Faktor kedua adalah
faktor situasi yang tidak diharapkan, harga yang diharapkan dan manfaat produk
yang diharapkan. Akan tetapi peristiwa-peristiwa yang tak diharapkan bisa
menambah niat pembelian.
7. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemecahan
Masalah
Konsumen
menggunakan pemecahan masalah yang terbatas ketika mereka melakukan sedikit
usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hal ini sering dilakukan oleh konsumen
ketika membeli suatu produk yang telah mereka gunakan sebelumnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi jangkauan pemecahan masalah :
Faktor-faktor yang mempengaruhi jangkauan pemecahan masalah :
1.Alternatif-alternatif
dibedakan dengan cara yang relevan, misalnya pembelian rumah.
2.Tersedianya waktu yang memadai untuk pertimbangan yang mendalam untuk membeli produk.
3.Terdapat tingkat keterlibatan yang tinggi dalam menyertai pembelian.
2.Tersedianya waktu yang memadai untuk pertimbangan yang mendalam untuk membeli produk.
3.Terdapat tingkat keterlibatan yang tinggi dalam menyertai pembelian.
Terdapat
5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian :
1.Motivasi merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.Persepsi merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.Pembentukan sikap merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka atau tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.Integrasi merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan.
5.Pembelajaran merupakan proses belajar yang dilakukan seseorang setelah membeli produk tersebut dengan melihat apakah produk tersebut memiliki kegunaan dan akan dijadikan sebagai alternatif dalam pembelian selanjutnya.
1.Motivasi merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2.Persepsi merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3.Pembentukan sikap merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka atau tidak suka seseorang akan suatu hal.
4.Integrasi merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan.
5.Pembelajaran merupakan proses belajar yang dilakukan seseorang setelah membeli produk tersebut dengan melihat apakah produk tersebut memiliki kegunaan dan akan dijadikan sebagai alternatif dalam pembelian selanjutnya.
8. Membedakan antara Keputusan
Membeli yang Direncanakan dan Pembekian yang Direncanakan Sebagian
Terjadinya transaksi pembelian (dipandang dari
sisi pemasaran) yaitu :
1. Pembelian
yang direncanakan: biasanya terjadi berdasarkan kebutuhan, artinya si konsumen
memang membutuhkan barang-barang tertentu. Dalam hal pembelian yang telah direncanakan,
biasanya konsumen telah memiliki pengetahuan yang lengkap tentang produk yang
hendak mereka beli. Misalnya pengetahuan tentang merek, tentang harga, kemasan,
keandalan, pelayanan dan lain sebagainya. Perhatian utamanya adalah pada
barang-barang yang biasa atau terbiasa dia konsumsi/gunakan kecuali ada
rangsangan-rangsangan tertentu dari produk substitusi sehingga si konsumen
melihat manfaat lebih dari produk substitusi tersebut.
2. Pembelian
yang tidak direncanakan : terjadi karena konsumen melihat atau merasakan
manfaat lain dari manfaat utama produk yang mereka beli.
Pembelian
tanpa direncanaka ini dapat dibedakan kedalam :
a. Reminder buying adalah
pembelian tanpa direncanakan yang didasarkan oleh ingatan. Sebagai contoh :
seorang mahasiswa yang pergi ke sebuah toko alat-alat tulis untuk membeli
kertas folio, melihat bahwa di toko tersebut ada pensil dan isi bolpoin. Dengan
melihat pensil dan isi bolpoin, ia menjadi teringat bahwa kedua macam barang
tersebut juga sedang dibutuhkan karena persedian dirumah telah habis. Kemudian
ia membelinya. Pembelian seperti ini disebut reminder buying.
b. Suggestion
buying adalah pembelian tanpa
direncanakan yang didasarkan pada suatu saran dari orang lain. Sebagai contoh :
seseorang yang membeli bahan pakaian disebuah toko tekstil karena ia tertarik
pada sebuah spanduk yang dipasang diteras toko. Spanduk tersebut menyatakan
bahwa semua orang diminta untuk mengunjungi toko dan memebeli kain yang
ditawarkannya, karena merupakan yang baik untuk mendapatkan potongan antara 10%
sampai 40%.
TULISAN BEBAS
Jatuh Bangun Demi Meraih Kesuksesan
Tuhan Yang
Maha Mulia menciptakan manusia dengan akal pikiran, dimana salah satunya untuk
mempunyai mimpi besar dalam kehidupan, dan tentunya setiap orang memiliki mimpi
yang berbeda, ada dua kutipan menarik mengenai mimpi dan cita-cita ini, yang
pertama saya ambil dari lagu Nidji yang menjadi soundtrack film Laskar Pelangi “
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia” dan yang kedua dari teman
saya “ Life is a Big Dream, so Make It Real ( Hidup adalah sebuah mimpi yang
besar, jadi wujudkanlah mimpi itu)”. Dari dua kutipan itu jelas sudah bahwa
setiap orang berhak untuk mempunyai mimpi dan cita-cita yang besar, dan kita
tinggal mewujudkannya melalui kerja keras dan berdoa.
Akan tetapi
Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki keistimewaan masing-masing, ada yang
dilahirkan di keluarga kaya dan tidak sedikit yang dilahirkan di keluarga yang
kurang mampu, hal ini jelas menjadi suatu tantangan tersendiri dalam mewujudkan
mimpi kita, tapi tantangan bukan merupakan suatu penyebab kita mematahkan mimpi
kita sobat, malah kita harus jadikan itu sebagai pemicu guna mewujudkan mimpi
kita, hal ini persis seperti yang dilakukan oleh Bill Gates (pemilik
Microsoft), dia sendiri gagal dalam pendidikan formalnya akan tetapi dia
mampu berjuang dan sukses dalam mewujudkan mimpinya, sehingga hasilnya bisa
kita lihat sebagian besar computer didunia menggunakan produknya (Microsoft),
dan ada salah satu kutipan Bill Gates yang menarik menurut saya, “Jika Kamu
terlahir dalam keadaan miskin itu bukan salahmu, akan tetapi jika kamu mati
dalam keadaan miskin itu sepenuhnya adalah kesalahanmu” dan kutipan yang
satu ini “Kita tidak bisa memilih di keluarga seperti apa kita dilahirkan,
akan tetapi kita dapat memilih masa depan seperti apa yang kita inginkan”.
Beberapa kutipan
diatas cukup menjadi penyemangat bagi kita untuk tidak ragu-ragu dalam
menggapai mimpi walaupun banyak keterbatasan dan tantangan yang akan menghadang
kita, tentunya dalam menyingkapi hal ini kita sepertinya perlu mencontoh Steve
Jobs, dimana dia adalah Mahasiswa DO (Droup Out) yang tinggal setiap harinya
dengan menumpang di asrama temannya dengan rela tidur di lantai dan setiap
harinya mengumpulkan botol bekas untuk ditukarkan dengan makanan, akan tetapi
dia tidak pernah berputus asa da tetap dalam lintasan untuk mewujudkan
mimpinya, dan sebagai hasilnya dia mampu merubah pola pikir masyarakat dunia
dengan Produknya (Apple). Beberapa tokoh-tokoh diatas telah mampu membuktikan
bahwa anggapan sebagian orang yang menyebut mereka bodoh dan menganggapnya
sebagai “produk gagal” di dalam masyarakat, adak tetapi mereka mampu bangkit
dan membalikan anggapan sebagian besar masyarakat dan muncul sebagai PEMENANG.
Untuk semakin menjadi penyemangat kita berikut saya berikan profil
orang-orang sukses yang berasal dari orang-orang yang penuh dengan
keterbatasan.
1. Steve Jobs
Steve Jobs
atau Steven Paul Jobs terlahir dengan nama Abdul Latief Jandali. Ia lahir dari
seorang ayah yang berkebangsaan Suriah yang bernama Abdulfattah Jandali dan
ibunya yang berkebangsaan Amerika Serikat Joanne Simpson (née Schieble). Ayah
biologisnya adalah seorang profesor ilmu politik dan ibunya seorang patolog
bahasa wicara. Steven Jobs kemudian diadopsi oleh Paul dan Clara sepasang suami
istri dari California yang kemudian mengganti nama Abdul Latief Jandali menjadi
Steven Paul yang kemudian terkenal dengan nama beken Steve Jobs. Steve Jobs
lahir tanggal 24 Februari 1955 di San Francisco, California, USA.
Semasa
kecil, Steve Jobs tidak menunjukkan hal yang luar biasa alias seperti
kebanyakan anak kecil lainnya. Ia sekolah di Junior High School dan Homestead
High School di California. Tahun 1972 Steven Jobs berhasil tamat dari sekolah
menengah atasnya dan kemudian meneruskan ke Reed College di Portland, Oregon.
Saat menjadi mahasiswa itulah pikiran kritisnya mulai menyakan hal-hal seperti,
apakah benar ini yang aku inginkan, apakan kuliah ini memberi jawaban akan
menjadi apa aku esok. Enam bulan ia bertahan sebagai mahasiswa edan akhirnya ia
membuat keputusan besar, suatu keputusan yang sangat mempengaruhi karirnya di
masa depan. Ia memilih DO.
Pada tahun
1974 Steve Jobs diterima kerja sebagai teknisi di perusahaan yang mendesain
circuit board, Atari. Dari sinilah kepiawaiannya tentang komputer semakin
terasah, ia memutuskan bahwa dunia yang dicarinya telah ia temukan yaitu dunia
komputer. Pada tahun 1976 Steve Jobs mengajak teman lamanya Steve Wozniak untuk
mendirikan perusahaan IT dengan logo terkenalnya yaitu apel putih yang
tergigit. Ya perusahaan itu adalah Apple. Dengan Visi Ingin merubah dunia,
Steve Jobs memulai petualangannya. Sepuluh tahun ia dan temanny abekerja keras
membangun Apple. Akhirnya Apple tumbuh menjadi perusahaan besar yang
menguntungkan dengan jumlah pegawai mencapai 4000 orang. Pada tahun 1986 Apple
meluncurkan produk andalannya berupa komputer pertama yaitu Macintosh.
Namun saat
itu ditingkat direksi terjadi perbedaan visi yang akhirnya memutuskan Steve
harus diberhentikan. Ya dia dipecat dari perusahaan yang dilahirkannya dan
dibesarkannya. Suatu hal dan penghianatan yang sangat menyakitkan. Bagi dewan
direksi, keputusan ini adalah yang terbaik bagi Apple karena menurut mereka
Steve Jobs terlalu keras kepala dan temperamental. Walau dipecat, Steve tak
lantas diam saja menerima takdir. Ia kemudia mendirikan Next yang merupakan
perusahaan komputer seperti Apple. Di Next inilah ide-ide kreativnya dituangkan
dan direalisasikan. Ide itu seharusnya ia realisasikan bersama Apple namun apa
dikata ia dipecat dari Apple. Karena harga produk Next terlalu mahal, walau
sebenarnya produknya sangat bagus namun tidak laku. Namun Jobs tidak patah
arang, ia melalui Next kemudian menciptakan sebuah sistem operasi yang
dibutuhkan oleh produk Apple saat itu dan Jobs mendesak Apple untuk membeli
Next. Apple pun membeli Next dengna harga 429 Juta dolar. Jobs kembali ke Apple
dan diangkat kembali sebagai CEO. Selain Next, Jobs juga mengakuisisi Pixar
yang hampir bangkrut yaitu perusahaan animasi dengan komputer sebagai basicnya.
Pixar kemudian memproduksi film animasi berbasis komputer pertama yang berjudul
Toy Story. Film inipun sukses di pasaran bahkan sampai sekarang di televisi
Indonesia sering diputar. Ketika Jobs kembali ke Apple tahun 1997, ia langsung
membuat dobrakan besar dengan meluncurkan produk fenomenal yang membuat Apple
berjaya di pasar saham yaitu iPod, iMac, iPhone, iPad dan iCloud. Mungkin
pemecatan Jobs dari Apple itu akhirnya membuat dirinya memiliki banyak waktu
dan pikiran untuk lebih bereksperimen menciptakan produk yang kemudian
diluncurkan saat ia menjabat sebagai CEO Apple lagi. Ia juga memiliki
kesempatan memiliki dua perusahaan lagi selain Apple yaitu Next dan Pixar. Jika
saat itu ia tidak dipecat mungkin ia tetap sibuk mengurusi Apple dan mungkin
tidak memiliki dua perusahaan lagi selain Apple.
Steve Jobs
adalah tipe keras kepala, pantang menyerah dan sangat idealis. Jobs selalu
menciptakan produk yang sesuai dengan visinya yaitu merubah dunia. Kita lihat
sekarang, semua produk Apple adalah sesuatu yang baru, bukan mencontoh dan
menambah-nambahi fitur produk pesaing. Ide Steve Jobs selalu orisinil dan
selalu menjadi market leader. Walau harga produknya selalu mahal namun produk
Apple selalu digandrungi dan ditunggu-tunggu kehadirannya oleh banyak orang.
Itulah yang membuat Apple selalu berjaya dan mengeruk keuntungan yang besar.
2. Walt Disney
Sejak kecil,
Walt sudah menunjukkan bakat menggambarnya, bahkan ia sudah bisa menjual sketsa
gambarnya ke tetangga. Walt tak tamat SMA karena ia memilih bekerja di Palang
Merah dengan mencatut umur pada Perang Dunia I, Walt tau betul bagaimana
meningkatkan skill menggambarnya. Ia kerja di siang hari dan kursus di malam
hari. Dari hobinya itu, Walt bercita-cita menjadi seorang kartunis. Tapi tak
mudah, ia juga sempat dipecat dari tempatnya bekerja. Namun yang menarik adalah
kemampuannya dalam belajar dari kesalahan. "Kemanapun saya pergi, saya
selalu memikirkan kenapa kesalahan itu terjadi, dan bagaimana
memperbaikinya." Kalimat itulah yang menunjukan bahwa kita harus
meneladani Walt Disney dalam mengatasi dan kesalahan. Berkat prinsip itulah,
Walt Disney mampu menjadi seorang entertainer dunia yang sangat terkenal
3. Lawrence
Ellison
Siapa sangka
bahwa Lawrence Ellison, sang pendiri perusahaan software Oracle adalah seorang
drop out dari college. Sama halnya dengan pengusaha TI terkenal lainnya,
Lawrence juga drop out, tepatnya pada tahun kedua kuliahnya. DO dari
universitas ia berkarier di bidang ahli data system. Tahun 1977 ia mendirika Oracle
karena terinspirasi dari sebuahpaper karya Edgar F. Codd yang berjudul
‘Relational Model of Data for Large Shared Data Banks.” Hingga kini,
Lawrence adalah salah satu pengusaha TI papan atas dunia.
4. Henry Ford
Pengusaha yang satu ini sangat terkenal
di dunia. Yup, pemilik dari Ford Motor Company ini sangat dikenal oleh dunia
berkat perusahaan otomotifnya yang sangat mendunia. Namun yang menarik adalah
Henry Ford hanya sekolah formal hingga usia 15 tahun, tapi yang pasti ia tidak
berhenti belajar selama hidupnya. Pendidikan formal terkahir Ford adalah SMA.
Namun dengan seiring berjalannya waktu, ia belajar secara otodidak di bidang
otomotif. Ketertarikannya pada mesin sudah muncul sejak masih anak-anak. Bahkan
ia lebih suka memperbaiki jam tentangganya dibanding bekerja di kebun orang
tuanya. Semakin lama pengetahuan dan keterampilannya makin banyak. Berbekal
pengetahuannya itu ia kemudia mendirikan Ford Motor Company yang kelak
membawanya menjadi salah satu pengusaha otomotif tersukses di dunia.
Hidup itu seperti mengendarai sepeda,
kamu harus tetap bergerak (mengayuhnya) untuk dapat tetap seimbang. Jangan
menganggap bahwa kita adalah manusia yang lemah ketika gagal, namun jadikan
pengalaman tersebut pelajaran dan motivasi lebih untuk kembali bangkit meraih
mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar